TEKS DISKUSI - Pro dan Kontra ISIS



Pro dan Kontra Isis

Isu
Islamic State of Iraq and Syam atau yang biasa disebut dengan ISIS merupakan sebuah Negara dan kelompok militan jihad yang tidakdiakui di Irak dan Suriah. Belakangan ini kelompok tersebut banyak menimbulkan pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat Indonesia karena  invasi dan perekrutan penganut yang sedang gencar dilakukan. Selain Indonesia, peningkatan drastis militan asing belakangan juga disumbang dari Maladewa, Trinidad dan Tobago dan bahkan Finlandia. Namun sejumlah besar dari mereka berasal dari Tunisia, Maroko, Perancis dan Rusia.

Argumen mendukung
Masyarakat yang mendukung adanya ISIS memiliki alasan bahwa ISIS dapat mempersatukan seluruh umat Islam di dunia menjadi satu, tanpa membedakan warna kulit, kaya ataupun miskin, dari suku manapun, bersatu dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Memberantas kemusrikan, bid’ah,dan menindak tegas pelanggar hukum dengan hukum Allah.
ISIS juga disebut-sebut bertujuan menegakkan syariat Islam dan harga diri bangsa Negara Islam yang kian hari semakin diperbudak oleh Amerika dan antek-anteknya. Terbukti masyarakat Islam setuju dengan penerapan syariat Islam. Tidak ada hukum terbaik dan juga sistem terbaik kecuali dari Allah SWT.
Salafi seperti ISIS percaya bahwa hanya otoritas yang sah dapat melakukan kepemimpinan jihad, dan bahwa prioritas pertama atas pertempuran di daerah lain, seperti berperang melawan negara-negara non-Muslim, adalah sebagai pemurnian masyarakat Islam. Misalnya, ketika memandang konflik Israel-Palestina, karena ISIS menganggap kelompok Sunni Palestina Hamas sebagai murtad yang tidak memiliki kewenangan yang sah untuk memimpin jihad, mereka anggap melawan Hamas sebagai langkah pertama sebelum menuju konfrontasi dengan Israel.
Target akhir tujuan ISIS ialah memakmurkan Umat Islam dibawah hukum Allah atau hukum agama Islam, serta memerangi zionis Israel dan Syiah yang selama ini telah melakukan pembantaian besar-besaran terhadap umat Islam Sunni. Selain itu, ISIS juga memiliki misi untuk menumpas kedzaliman pada kaum muslimin yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya.

Argumen menentang
Namun, tentu hampir seluruh masyarakat di dunia menolak keberadaan dan segala upaya ISIS untuk memperluas kekuasaan dan memperbanyak jumlah militan asing ilegal bagi mereka. Masyarakat anti ISIS menyatakan bahwa ISIS adalah kelompok ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras Al-Qaidah dan menyimpang dari prinsip-prinsip jihad. ISIS menolak "inovasi" dalam agama yang mereka percaya telah "korup" dari semangat aslinya. Mereka mengikuti ekstrim anti-Barat yang menurutnya sebagai penafsiran Islam, mempromosikan kekerasan agama dan menganggap mereka yang tidak setuju dengan tafsirannya sebagai kafir dan murtad.
ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir. Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa keberadaan ISIS telah mengancam keselamatan dan mental banyak kalangan masyarakat.
Selain itu, masyarakat Indonesia juga sedang dikejutkan dengan beredarnya buku pelajaran yang memuat ajaran garis keras di kalangan siswa SMA/SMK. Dikabarkan, ribuan eksemplar buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI yang memuat ajaran garis keras masih beredar di beberapa kabupaten dan kota. Pemerintah diharapkan segera menindak dan menarik kembali buku pelajaran tersebut supaya para siswa tidak terjerumus dan menganut paham radikal serta bergabung dengan kelompok teroris dengan modus berjihad.

Simpulan
            Dari kajian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang ditindak secara berlebihan baik dengan cara keras ataupun lembut tidak akan membawa dampak baik bagi orang yang terlibat khususnya, serta bagi masyarakat luas pada umumnya. Selain itu, tindakan terorisme dan kekerasan diluar batas kemanusiaan dengan dalih berjihad tentu tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun. Maka dari itu, hindarilah fanatisme ekstrim yang menggelapkan mata serta menimbulkan suatu kejahatan dan konflik ditengah masyarakat karena pada dasarnya, muslim yang baik adalah mereka yang menyebarkan agama Islam dengan penuh toleransi, kelembutan, dan keikhlasan hati.
Sumber:

wikipedia  liputan6  kompas

Komentar

Postingan Populer